Festival Mbois: Desain Produk

Sabtu, 11 Februari 2017

Workshop Desain Kemasan: NGALAMBUNGKUS Dilo Digital Lounge Malang, 10 – 12 November 2016 Menuju Masyarakat Berkesadaran pada Desain Kemasan Berkelanjutan – Towards the Sustainable Packaging Design Society. Kode etik bagi seorang desainer pun calon desainer memiliki sejarah yang sangat panjang. Sejak jaman kerajaan Babylonia kuno (1760 SM), Code of Hamurabi raja Babilonia saat itu, pada butir ke 229-233 diberlakukan hukum & denda yang diberikan pada desainer manakala ia telah salah dan mencelakakan dalam membuat desain: Jika seorang desainer bangunan membuat bangunan dan konstruksinya tidak benar sehingga bangunan tersebut roboh dan membunuh pemilik bangunan maka desainer bangunan tersebut harus dihukum mati. (Jedlicka, 2009) Di era segala hal adalah produksi massal seperti saat ini, dimana segala sesuatu harus terlebih dahulu didesain dan direncanakan, desain telah menjadi alat yang sangat ampuh bagi manusia dalam menciptakan alat baginya untuk berkehidupan serta membangun lingkungan tempat hidupnya. Sehingga desainerlah yang memiliki akses paling signifikan untuk diharapkan dapat menjadi pengemuka sekaligus agen terdepan dalam mewujudkan sustainable environment (lingkungan hidup yang berkelanjutan), dimulai dari sesuatu yang paling aksesibel dan paling tinggi konsumsinya di muka bumi yaitu kemasan. Mendidik masyarakat desain yang terdiri dari pelaku desain, pengguna jasa desain, dan produsen yang membuat desain menjadi produk massal adalah sama dengan metodologi mendidik masyarakat lain pada umumnya; selalu dimulai dari membangun kesadaran terhadap pengetahuan. Kesadaran bahwa kemasan –salah satu elemen penting pada sebuah produk– memiliki standar fungsi dan standar estetik yang tak terpisahkan misalnya, adalah pengetahuan yang harus dibangun di tahap awal masyarakat desain saling berinteraksi. Dan itu hanyalah salah satu dari lautan pengetahuan tentang desain kemasan yang perlu disadarkan. Untuk itulah sebuah workshop desain kemasan diselenggarakan. Pemerintah kota Malang menjalankan fungsinya sebagai fasilitator bagi masyarakat desain terutama sebagai jembatan antara masyarakat industri pengguna desain dengan masyarakat pelaku desain untuk saling bertemu dan berinteraksi –bekerja sama dengan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) chapter Malang; dengan membuat event bertajuk Festival Ngalam Mbois yang salah satu kegiatannya adalah NGALAMBUNGKUS. Membangun image kota: Malang menuju kota berkelanjutan – Malang Towards the Sustainable City, haruslah dimulai dari item yang paling banyak dikonsumsi masyarakatnya yakni kemasan. Membangun image Malang menuju masyarakat berkesadaran pada desain kemasan berkelanjutan – Malang Towards the Sustainable Packaging Design Society, sudah waktunya desainer mewujudkan kontribusinya dalam mengambil peran sebagai agen perubahan. Perjalanan terjauh dimulai dari satu langkah pertama, NGALAMBUNGKUS adalah satu langkah awal yang perlu diapresiasi dan dikawal hingga ke tujuan akhirnya. (Eny Erawati, pelaku desain grafis di ADGI chapter Malang)

tags: Desain Produk

© MCF - Malang Creative Fusion. All rights reserved. Hosted by